}

Please Come Back, Best Friend!

Senin, 20 Januari 2014
Posted By : Wayne Rachmat

Please Come Back, Best Friend!

siapa coba yang gak sedih kalau di tinggal sahabatnya pergi untuk selamanya. Ya itulah nasib ku di tinggal oleh sahabat ku yang paling baik, dia adalah Carla. Kita langsung saja ke cerita gimana dia bisa ninggalin aku untuk selamanya.
“Grace” ada seseorang yang memanggilku dari belakang, yap dia adalah Carla. “What’s wrong Carla” balas ku. “Gak ada apa-apa kok Grace” kata Carla dengan senyum nya. “Aku kira ada apaan” balas ku. “Hehehe cuma mastiin aja kamu masih ada di sisi ku” kata Carla yang membuat aku bingung. “Maksud kamu ngomong gitu apaan Carla, jangan bilang kamu mau ninggalin aku untuk selamanya” ucapku. “Gak kok aku cuma gak kepengen kamu ngelupain aku karena kamu kan banyak temen dan lebih baik dari aku hehehehe” kata Carla yang meledek aku. “Kamu bikin aku khawatir aja ah kamu lebay banget sih tenang aja aku gak ngelupain kamu kok” balasku. Dan akhirnya kami pun memasuki kelas kami dengan canda dan tawa.
Hari demi hari, ada yang membuat aku bingung kenapa Carla jarang masuk dan akhir-akhir ini wajah Carla agak pucat. “Hey Carla, kenapa kamu jarang masuk dan wajahmu terlihat pucat” kataku. “Ya pasti dia itu bolos sekolah dan main sama orang-orang gak jelas” terdengar suara musuh kami yaitu Selena. “Heh loe belagu banget sih jadi orang itu, kalau loe iri sama kita berdua bilang aja napa” kataku dengan jutek nya. “What iri sama lo berdua, Ogah banget gua” jawab Selena dengan membentak. “Ya udah kalau loe gak iri pergi loe jauh-jauh dari hadapan kita berdua” kesal ku dengan membalas dengan membentak. “Oke kita bakal pergi ngapain juga gua deket-deket sama orang gak level kayak loe berdua” kata Selena mengejek. “Loe kurang ajar banget sih Selena…” Belum selesai bicara dan ingin menamparnya Carla sudah menahan ku untuk melakukannya dan langsung mengajak ku pergi.
Sudah 2 minggu ini aku tidak sama sekali melihat Carla aku jadi khawatir dengan keadaannya. Hingga suatu hari ada kabar yang membuat hatiku terpukul dan terus menangis.
“Grace kamu harus sabar menghadapi cobaan ini ya…” Kata mamah Carla.
“What’s wrong with Carla aunt, please tell me” kata ku dengan penuh dengan rasa yang campur aduk.
“Carla sayang, Carla sudah meninggal dia diculik dan jasadnya baru saja ditemukan di suatu gudang usang sayang” kata mama Carla dengan sedih.
“Apa tante Carla udah meninggal? Tante pasti bohong iya kan? Iya kan tante gak mungkin Carla meninggalkan aku untuk selamanya” ucapku yang sudah tidak kuat mendengarnya.
“Carla menuliskan surat yang di temukan polisi di samping jasad Carla” kata mama Carla.
Aku pun pergi dan memulai membaca surat yang banyak dengan bercak darah.
Hai Grace makasih ya udah jadi sahabat aku selama aku hidup
Mungkin kalau kamu baca surat ini mungkin aku udah pergi meninggalkan ku untuk selamanya
Oh iya maaf ya Grace sebenernya aku itu punya penyakit Liver maaf ya aku gak kasih tau kamu tentang itu karena aku gak mau bikin kamu kecewa
Aku nulis surat ini dengan keadaan ku yang udah gak mungkin lagi selamat tapi aku masih bisa nulis hebat kan aku
Kalau kamu baca surat ini jangan nangis ya karena aku gak mau kamu nangis anggap aja aku ada di depan kamu.
Aku pun terus menangis karena tak kuat membaca surat itu dan selesai membaca surat itu aku berkata “Seandainya aku bisa memutar waktu aku pengen deket kamu terus, Please come back, my best friends”
Dan begitulah walaupun dia udah pergi aku tetep gak bisa melupakan dia karena di sahabat terbaik ku
~ THE END ~
Cerpen Karangan: Areta Nurochmah Nugraha
Facebook: Areta Nurohmah Nugraha

0 komentar:

Posting Komentar

 
 
 
free counters

Follower

Gunadarma